asam dan basa smk plus alfalah biru
PENGERTIAN
KIMIA DAN MANFAATNYA
Pengertian
kimia dan manfaatnya adalah artikel yang akan Tasik Cyber bagikan pada kali
ini. Untuk mempersingkat waktu langsung saja simak pengertian kimia dan manfaatnya dibawah ini.
Pengertian
pengertian Kimia:
Kimia
adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai komposisi,struktur dan sifat zat
atau materi dari skala atom hingga molekul, serta perubahan atau transformasi
serta interaksi untuk membentuk materi yang ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari. kimia juga mempelajari tentang pemahaman sifat dan interaksi atom
individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan.
1. Kimia menurut asal katanya sebenarnya berasal dari istilah
bahasa arab kimiya yang berarti perubahan materi atau benda. Kimia juga berasal
dari bahasa yunani “khemia”
2. Definisi Kimia Secara umum adalah ilmu yang mempelajari
zat/materi, perubahan zat (reaksi), beserta energi yang menyertainya, dan juga
zat baru yang muncul. Perubahan zat di sini hanyalah perubahan zat secara
kimia. Ditandai dengan munculnya zat baru. Untuk perubahan fisik (mencair,
membeku, menguap, dll) tidak dipelajari dalam kimia.
3. Definisi kimia secara teori ilmu, kimia adalah ilmu yang
mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga
molekul serta perubahan serta interaksi (reaksi) mereka untuk membentuk materi
baru yang ada di sekitar kita.
4. Definisi Kimia menurut James E. Brady , kimia adalah ilmu yang
mempelajari bahan kimia.
5. Definisi Kimia menuru Dictionary of the English Language,
Fourth Edition copyright ©2000 by Houghton Mifflin Company : The
science of the composition, structure, properties, and reactions of matter,
especially of atomic and molecular systems.
6. Definisi Kimia menurut the society, Sebuah seni kuno atau
ilmu yang berkaitan dengan ekstraksi jus dari tanaman obat, atau logam dari
bumi mereka, atau transmutasi elemen fisik, seperti logam dasar menjadi emas,
penyusunan elixirs, dan hal-hal lain biasanya terhubung dengan alkimia, dari
mana kimia modern merupakan turunan sepanjang garis khusus
Poin
penting untuk diingat oleh siswa siswi smk plus alfalah biru garut adalah bahwa kimia adalah
ilmu, yang berarti sistematis dan dihasilkan dari hipotesis yang diuji
dengan menggunakan metode ilmiah. Kimiawan atau para ilmuwan yang mempelajari
kimia, menguji sifat dan komposisi materi dan interaksi antara zat. Kimia
sangat erat kaitannya dengan fisika dan biologi. Kimia dan fisika keduanya ilmu
fisika. Bahkan, beberapa teks mendefinisikan kimia dan fisika dengan cara yang
sama. Seperti yang terjadi pada ilmu-ilmu lain, matematika adalah alat penting
untuk studi kimia.
Kimia
sering disebut sebagai “ilmu pusat” karena menghubungkan berbagai ilmu lain,
seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran,
bioinformatika, dan geologi.
Kimia
berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara
materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika.
Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia,
yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang
reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat
berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk
air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan
suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media
reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi
elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam
reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di
dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua
materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk
atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk
menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau
kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang
berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi
antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam
struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat
karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia
jika berada di atas suatu suhu tertentu.
Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.
Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.
Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut “kimia umum” dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.
Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seantero dunia.
Untuk
mempermudah dalam mempelajarinya, ilmu kimia dikembangkan menjadi cabang-cabang
ilmu kimia yang lebih spesifik seperti kimia fisika, kimia anorganik, kimia
organik, biokimia, kimia lingkungan, kimia bahan makanan, serta kimia analitik.
- Kimia Fisika: Kimia fisika
adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, dan perubahan
kimia suatu zat serta perubahan energi yang menyertai perubahan kimia
tersebut.
- Kimia Anorganik: Kimia
anorganik adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari unsur-unsur pembentuk
senyawa, sifat unsur, dan senyawanya, penggunaan dan pembuatannya.
- Kimia Organik: Kimia organik
adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari struktur dan pembentukan senyawa
karbon, termasuk reaksi yang terlibat, mekanisme reaksi, dan ikatan serta
kekuatan ikatan antar atom dalam senyawa karbon tersebut.
- Kimia Lingkungan: Kimia
lingkungan adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang interaksi
yang melibatkan zat dan reaksi kimia di alam, serta polusi di alam.
- Kimia Analitik: Kimia
analitik adalah cabang ilmu kimia yang mengkaji tentang analisis zat atau
senyawa, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, meliputi sampling,
penyiapan sample siap ukur, pengukuran, pemisahan, peralatan untuk
keperluan pengukuran dan sebagainya.
- Biokimia: Biokimia adalah
cabang ilmu kimia yang mempelajari zat kimia serta reaksi kimia yang
menyertai proses-proses biologi seperti proses metabolisme dalam tubuh,
(reaksi enzimatik, penguraian atau hidrolisis protein, karbohidrat dan
lemak).
- Kimia Makanan: Kimia makanan
adalah cabang ilmu kimia yang fokus pada kajian mengenai komposisi kimia,
reaksi kimia, dan proses kimia dalam makanan. Makanan yang dimaksud
meliputi makro nutrisi, mikro nutrisi, dan zat aditif dalam makanan.
Manfaat manfaat ilmu Kimia
1. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Kedokteran
Manfaat ilmu kimia yang pertama pada kehidupan manusia adalah dalam bidang kedokteran. Untuk membantu penyembuhan pasien yang mengidap suatu penyakit, digunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan hasil riset terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat yang dilakukan dalam cabang kimia farmasi.
Manfaat ilmu kimia yang pertama pada kehidupan manusia adalah dalam bidang kedokteran. Untuk membantu penyembuhan pasien yang mengidap suatu penyakit, digunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan hasil riset terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat yang dilakukan dalam cabang kimia farmasi.
2. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Pertanian
Mungkin Anda bingung, apa hubungan antara ilmu kimia dan bidangpertanian, lalu apa manfaat ilmu kimia bagi bidang pertanian? Baiklah, bukankah untuk mengembalikan kesuburan tanah, perlu dilakukan penambahan pupuk, sedangkan hama dapat diatasi dengan penambahan pestisida. Manfaat dan bahaya penggunaan pupuk dan pestisida harus dipahami sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Hal yang harus diingat adalah pupuk dan pestisida adalah “produk” dari ilmu kimia.
Mungkin Anda bingung, apa hubungan antara ilmu kimia dan bidangpertanian, lalu apa manfaat ilmu kimia bagi bidang pertanian? Baiklah, bukankah untuk mengembalikan kesuburan tanah, perlu dilakukan penambahan pupuk, sedangkan hama dapat diatasi dengan penambahan pestisida. Manfaat dan bahaya penggunaan pupuk dan pestisida harus dipahami sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Hal yang harus diingat adalah pupuk dan pestisida adalah “produk” dari ilmu kimia.
3. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Geologi
Bidang ini berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral) dan pertambangan gas dan minyak bumi. Proses penentuan unsur-unsur yang menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan dasar-dasar ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau “benda-benda” alam.
Bidang ini berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral) dan pertambangan gas dan minyak bumi. Proses penentuan unsur-unsur yang menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan dasar-dasar ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau “benda-benda” alam.
4. .Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Biologi
Bidang ini khusus mempelajari tentang makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fermentasi,fotosintesis dan lain-lain. Untuk mempelajari hal tersebut, diperlukan pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa yang ada, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, asam nukleat dan lain-lain. Meskipun secara umum, bidang ini lebih erat kaitannya dengan ilmu biologi, namun manfaat ilmu kimia juga nyatanya sedikit banyak berpengaruh dalam bidang biologi ini.
Bidang ini khusus mempelajari tentang makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fermentasi,fotosintesis dan lain-lain. Untuk mempelajari hal tersebut, diperlukan pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa yang ada, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, asam nukleat dan lain-lain. Meskipun secara umum, bidang ini lebih erat kaitannya dengan ilmu biologi, namun manfaat ilmu kimia juga nyatanya sedikit banyak berpengaruh dalam bidang biologi ini.
5. Manfaat Ilmu Kimia
– Bidang Hukum
Anda bingung apa kaitan bidang hukum dengan ilmu kimia? Bidanghukum secara langsung memang tidak ada hubungan dengan ilmu kimia, namun manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika diberlakukannya pemeriksaan peralatan bukti kriminalitas (kriminologi). Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda. Pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia.
Anda bingung apa kaitan bidang hukum dengan ilmu kimia? Bidanghukum secara langsung memang tidak ada hubungan dengan ilmu kimia, namun manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika diberlakukannya pemeriksaan peralatan bukti kriminalitas (kriminologi). Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda. Pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia.
6. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Mesin
Manfaat Ilmu kimia juga bisa mengenai bidang permesinan yaitu mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatanmesin, mempelajari sifat, komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
Manfaat Ilmu kimia juga bisa mengenai bidang permesinan yaitu mempelajari sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatanmesin, mempelajari sifat, komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
7. Manfaat Ilmu Kimia – Bidang Teknik Sipil
Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang ini adalah semen, kayu, cat, paku, besi, paralon (pipa PVC), lem dan sebagainya. Semua bahan tersebut dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam hal ini adalah agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui kelebihan serta kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dikemudian hari.
Melihat begitu banyaknya kaitan antara ilmu kimia dan bidang-bidang kehidupan manusia, maka sangatlah jelas bahwa manfaat ilmu kimiamemegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kehadirannya menyeimbangkan kehidupan manusia untuk selaras dengan peningkatan kualitas hidup di muka bumi.
Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang ini adalah semen, kayu, cat, paku, besi, paralon (pipa PVC), lem dan sebagainya. Semua bahan tersebut dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam hal ini adalah agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui kelebihan serta kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan dikemudian hari.
Melihat begitu banyaknya kaitan antara ilmu kimia dan bidang-bidang kehidupan manusia, maka sangatlah jelas bahwa manfaat ilmu kimiamemegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kehadirannya menyeimbangkan kehidupan manusia untuk selaras dengan peningkatan kualitas hidup di muka bumi.
Sejarah
Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan.
Konsep konsep dasar
Tatanama
Tatanama kimia merujuk pada sistem penamaan senyawa kimia. Telah dibuat sistem penamaan spesies kimia yang terdefinisi dengan baik. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tatanama organik. Senyawa anorganik dinamai menurut sistem tatanama anorganik.
Atom
Atom adalah suatu kumpulan materi yang terdiri atas inti yang bermuatan positif, yang biasanya mengandung proton dan neutron, dan beberapa elektron di sekitarnya yang mengimbangi muatan positif inti. Atom juga merupakan satuan terkecil yang dapat diuraikan dari suatu unsur dan masih mempertahankan sifatnya, terbentuk dari inti yang rapat dan bermuatan positif dikelilingi oleh suatu sistem elektron.
Unsur
Unsur adalah sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama pada intinya. Jumlah ini disebut sebagai nomor atom unsur. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton pada intinya adalah atom dari unsur kimia karbon, dan semua atom yang memiliki 92 proton pada intinya adalah atom unsur uranium.
Tampilan unsur-unsur yang paling pas adalah dalam tabel periodik, yang mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat kimianya. Daftar unsur berdasarkan nama, lambang, dan nomor atom juga tersedia.
Ion
Ion atau spesies bermuatan, atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu atau lebih elektron. Kation bermuatan positif (misalnya kation natrium Na+) dan anion bermuatan negatif (misalnya klorida Cl?) dapat membentuk garam netral (misalnya natrium klorida, NaCl). Contoh ion poliatom yang tidak terpecah sewaktu reaksi asam-basa adalah hidroksida (OH?) dan fosfat (PO43?).
Senyawa
Senyawa merupakan suatu zat yang dibentuk oleh dua atau lebih unsur dengan perbandingan tetap yang menentukan susunannya. Sebagia contoh, air merupakan senyawa yang mengandung hidrogen dan oksigen dengan perbandingan dua terhadap satu. Senyawa dibentuk dan diuraikan oleh reaksi kimia.
Molekul
Molekul adalah bagian terkecil dan tidak terpecah dari suatu senyawa kimia murni yang masih mempertahankan sifat kimia dan fisik yang unik. Suatu molekul terdiri dari dua atau lebih atom yang terikat satu sama lain.
Zat kimia
Suatu zat kimia dapat berupa suatu unsur, senyawa, atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur, atau senyawa dan unsur. Sebagian besar materi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya air, aloy, biomassa, dll.
Ikatan kimia
Ikatan kimia merupakan gaya yang menahan berkumpulnya atom-atom dalam molekul atau kristal. Pada banyak senyawa sederhana, teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi dapat digunakan untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori dari fisika klasik dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionik. Pada senyawa yang lebih kompleks/rumit, seperti kompleks logam, teori ikatan valensi tidak dapat digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam dengan basis mekanika kuantum.
Wujud zat
Fase adalah kumpulan keadaan sebuah sistem fisik makroskopis yang relatif serbasama baik itu komposisi kimianya maupun sifat-sifat fisikanya (misalnya masa jenis, struktur kristal, indeks refraksi, dan lain sebagainya). Contoh keadaan fase yang kita kenal adalah padatan, cair, dan gas. Keadaan fase yang lain yang misalnya plasma, kondensasi Bose-Einstein, dan kondensasi Fermion. Keadaan fase dari material magnetik adalah paramagnetik, feromagnetik dan diamagnetik.
Reaksi kimia
Reaksi kimia adalah transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau penataulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia.
Hukum kimia
Hukum-hukum kimia sebenarnya merupakan hukum fisika yang diterapkan dalam sistem kimia. Konsep yang paling mendasar dalam kimia adalah Hukum kekekalan massa yang
menyatakan bahwa tidak ada perubahan jumlah zat yang terukur pada saat
reaksi kimia biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa sebenarnya energilah yang
kekal, dan bahwa energi dan massa saling berkaitan. Kekekalan energi ini
mengarahkan kepada pentingnya konsep kesetimbangan, termodinamika, dan
kinetika.
Definisi Kimia Dari Berbagai
Sumber
Teori Asam Basa Arrhenius
Sang
Ilmuwan Svante August Arrhenius (1859 –1927)Arrhenius lahir pada tanggal 19
Februari, sejak dari muda ia menonjol dalam perhitungan aritmetika, dan sangat
tertarik pada matematika dan fisika. Pada tahun 1876 ia masuk universitas
Uppsala mempelajari matematika, Kimia dan fisika. Pada tahun 1884 ia menulis tentang
penelitiannya pada konduktivitas elektrolit. Dari hasil penelitiannya ini
orang khirnya tahu bahwa sifat elektrolit baru ada ketika dilarutkan ke
dalam air. Pemikiran tentang hubungan antara sifat listrik dan afinitas zat
kimia diperkenalkan oleh Berzelius dan dilengkapi dengan adanya publikasi dari
Arrhenius diberi hadiah Nobel pada tahun 190.
Pada
tahun 1884 Svante Arrhenius menyatakan bahwa garam seperti NaCl memisahkan diri
ketika larut dalam air dan menghasilkan partikel yang dinamakan ion NaCl(s)
→ Na+(aq) + Cl–(aq) . Tiga tahun
kemudian Arrhenius menyatakan bahwa asam adalah molekul netral yang
mengionisasi ketika larut dalam air dan memberikan ion H+ dan ion negatif.
Menurut teorinya, hidrogen klorida adalah asam karena dapat mengionisasi ketika
larut dalam air dan memberikan ion hidrogen (H+) dan klorida (Cl–) seperti yang
terlihat di bawah ini.
HCl(g) → H+(aq) + Cl–(aq) Asam Arrhenius
mencakup senyawa seperti HCl, HCN dan H2SO4. Arrhenius juga berpendapat bahwa basa adalah
senyawa yang mengionisasi dalam air untuk memberikan ion OH– dan ion
positif. NaOH adalah basa menurut Arrhenius karena dapat memisahkan diri dalam
air untuk memberikan ion hidroksida (OH-) dan natrium (Na+). reaksinya adalah:
NaOH(s) → Na+(aq) + OH–(aq) Teori ini menjelaskan
kenapa asam memiliki sifat yang serupa. Sifat yang khas dari asam dihasilkan
dari keberadaan ion H+. Ini juga menjelaskan kenapa asam menetralkan
basa dan sebaliknya. Asam memberikan ion H+, basa memberikan ion
OH–, sehingga ion tersebut membentuk air. H+(aq) + OH–(aq) → H2O(l) .
Teori
Arrhenius memiliki beberapa kekurangan. teori inihanya dapat diaplikasikan
dalam reaksi yang terjadi dalam air tidak menjelaskan mengapa beberapa senyawa,
yang mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1(seperti HCl) larut dalam
air untuk membentuk larutan asam, sedangkan yang lain seperti CH4 tidak. tidak
dapat menjelaskan mengapa senyawa yang tidak memiliki OH, seperti Na2CO3 memiliki
karakteristik seperti basa.
Sang
Ilmuwan JOHANNES NICOLAUS BRØNSTED 1879- 1947) lahir pada 22 Februari pada tahun 1879 di West Jutland
Denmark. Brønsted, merupakan ahli kimia fisik yang dikenal dengan konsep asam
basanya. merupakan perumus sifat katalik dan kekuatan asam basa. Ia sangat
tertarik mempela ari termodinamika,dan men adi perintis studi termodinamika
tentang interkonversi modifikasi belerang, namun ia juga menger akan penelitian
dalam bidang larutan lektrolit. Pada tahun 1903 ia menikah dengan
Charlotte Lou se Warberg, yang merupakan ahli teknik perempuan pertama yang ada
di Denmark
Johannes Bronsted dan
Thomas Lowry pada tahun 1923, menggunakan asumsi sederhana yaitu:
Asam
memberikan ion H+ pada ion atau molekul lainnya, yang
bertindak sebagai basa. Contoh, disosiasi air, melibatkan pemindahan ion H+ dari molekul air yang
satu dengan molekul air yang lainnya untuk membentuk ion H3O+ dan OH–
2H2O(l) → H3O+(aq) + OH–(aq)
Reaksi
antara HCl dan air menjadi dasar untuk memahami definisi asam dan basa menurut
Brønsted-Lowry. Menurut teori ini, ketika sebuah ion H+ ditransfer dari
HCl ke molekul air, HCl tidak berdisosiasi dalam air membentuk ion
H + dan Cl–. Tetapi, ion H+ ditransfer dari
HCl ke molekul air untuk membentuk ion H3O+, seperti berikut
ini.
HCl(g) + 2H2O(l) → H3O+(aq) + Cl(aq)
Sebagai
sebuah proton, ion H+ memiliki ukuran yang lebih kecil dari atom
yang terkecil, sehingga tertarik ke arah yang memiliki muatan negatif yang ada
dalam larutan. Maka, H+ yang terbentuk dalam larutan encer,
terikat pada molekul air. Model Brønsted, yang menyebutkan bahwa ion H+ ditransfer dari
satu ion atau molekul ke yang lainnya, ini lebih masuk akal daripada teori
Arrhenius yang menganggap bahwa ion H+ ada dalam larutan encer.
Dari pandangan model Brønsted, reaksi
antara asam dan basa selalu melibatkan pemindahan ion H+dari donor proton ke
akseptor proton. Asam bisa merupakan molekul yang netral.
HCl(g) + NH3(aq) → NH4+(aq) + Cl–(aq)
Bisa ion positif
NH4+(aq) + OH–(aq) → NH3(aq) + H2O(l)
Atau ion negatif
H2PO4–(aq) + H2O(l) → HPO42–(aq) + H3O+(aq)
Senyawa
yang mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1 dapat menjadi asam. Yang
termasuk asam Brønsted adalah HCl, H2S, H2CO3, H2PtF6, NH4 +, HSO4– , and HMnO4. .Basa Brønsted
dapat diidentifikasi dari struktur Lewis. Berdasarkan model Brønsted, sebuah
basa adalah ion atau molekul yang dapat menerima proton. Untuk memahami
pengertian ini, lihat pada bagaimana suatu basa seperti ion OH menerima proton.
H2PO4– (aq) + H2O(l) → HPO42–(aq) + H3O+(aq)
Untuk
membentuk ikatan kovalen dengan ion H+ yang tidak memiliki electron valensi,
harus tersedia dua elektron untuk membentuk sebuah ikatan. Maka, hanya senyawa
yang memiliki pasangan elektron bebas, yang dapat bertindak sebagai akseptor
ion H+ atau basa Brønsted.
Model
Brønsted menambah jenis zat yang dapat bertindak sebagai basa, baik yang
berbentuk ion ataupun molekul, selama senyawa tersebut memiliki satu atau lebih
pasangan elektron valensi tak berikatan dapat menjadi basa Brønsted.
Teori
Brønsted menjelaskan peranan air pada reaksi asam-basa. Air terdisosiasi
membentuk ion dengan mentransfer ion H+ dari salah satu molekulnya yang bertindak
sebagai asam ke molekul air lain yang bertindak sebagai basa.
H2O(l) + H2O(l) → H3O+(aq) + OH–(aq)
Asam
basa
Asam bereaksi dengan
air dengan mendonorkan ion H+ pada molekul air yang netral untuk
membentuk ion H3O+.
HCl(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl–(aq)
asam
basa
Karena
reaksi asam basa merupakan reaksi yang reversibel, bagian yang terbentuk ketika
suatu asam kehilangan proton cenderung bersifat basa, dan bagian yang menerima
proton cenderung bersifat asam. Sebuah asam dan sebuah basa yang dihubungkan
oleh sebuah proton disebut pasangan asam basa konjugasi.
H – A + :B → B – H+ + A –
Asam
Basa Asam
Basa
Sehingga pada:
H2O(l) + H2O(l) →H3O+(aq) + OH–(aq)
Asam Basa
Asam
Basa
Terdapat pasangan asam basa konjugasi: H2O – OH– dan H3O+– H2O, juga dalam
reaksi pelarutan HCl:
HCl(g) + H2O(l) →H3O+(aq) + Cl–(aq)
Asam Basa
Asam
Basa
dengan pasangan asam basa
konjugasi: HCl-Cl– dan H3O+– H2O
Model
Brønsted bahkan dapat diperluas untuk reaksi yang tidak terjadi dalam larutan.
Contoh yang paling klasik adalah reaksi antara gas hidrogen klorida dengan uap
amoniak membentuk amonium klorida.Reaksi ini mencakup transfer ion H+ dari HCl ke NH3 dan kemudian
reaksi asam basa terjadi melalui fasa gas. Namun teori asam basa Brønsted-Lowry
ini tidak dapat menjelaskan bagaimana suatu reaksi asam basa dapat terjadi
tanpa adanya transfer proton dari asam ke basa. Kekurangan ini kemudian
mendorong peneliti lain, yaitu G.N. Lewis untuk mendefinisikan lebih lanjut
asam dan basa.
Teori Asam Basa Lewis
Pada umumnya definisi
asam-basa mengikuti apa yang dinyatakan oleh Arrhenius atau Bronsted-Lowry,
tapi dengan adanya struktur yang diajukan Lewis muncul definisi asam dan basa
baru.
Asam Lewis
didefinisikan sebagai spesi yang menerima pasangan elektron.
Basa Lewis
didefinisikan sebagai spesi yang memberikan pasangan elektron.
Sehingga H+ adalah asam
Lewis, karena ia menerima pasangan elektron, sedangkan OH– dan NH3adalah basa Lewis,
karena keduanya adalah penyumbang pasangan elektron. Yang menarik dalam
definisi asam Lewis adalah, terdapat senyawa yang tidak memiliki hidrogen dapat
bertindak sebagai asam. Contoh, molekul BF3. Jika kita
menentukan struktur Lewis dari BF3, tampak B kurang dari oktet dan dapat menerima
pasangan elektron., sehingga dapat bertindak sebagai asam Lewis Dalam kenyataan
molekul yang tidak mencapai oktet sering merupakan asam Lewis yang kuat karena
molekul tersebut dapat mencapai konfigurasi oktet dengan menerima pasangan
elektron tak berikatan. Senyawa yang termasuk dalam perioda yang lebih bawah
dari perioda dua dapat bertindak sebagai asam Lewis sangat baik, dengan
memperbanyak susunan valensi terluar mereka. Akibatnya, SnCl4bertindak sebagai
asam Lewis berdasarkan reaksi berikut:
SnCl4 +
2Cl–( aq) → SnCl 62-
Atom pusat
dikelilingi 12 elektron valensi, elektronnya menjadi lebih banyak dari 8.
Indikator Asam Basa
Jika kita ingin
mengetahui apakah suatu senyawa bersifat asam, basa atau bahkan tidak keduanya
cara yang paling mudah dan murah adalah dengan kertas lakmus. Apa itu lakmus?
Lakmus berasal dari kata litmus yaitu sejenis tanaman yang dapat menghasilkan
warna jika ada asam atau basa. Lakmus merupakan asam lemah, dan biasa ditulis
sebagai Hlit. Ketika dalam air terbentuk :
HLit →H+(aq) + Lit– (aq)
Ketika berbentuk
Hlit, berwarna merah dan ketika berbentuk ion berwarna biru. Untuk mengetahui
bagaimana reaksinya ketika ada asam atau basa, maka kita gunakan asas Le
Chatelier.
Gambar Perubahan warna
lakmus oleh basa
Namun kekuatan asam
atau basa tidak dapat ditunjukkan oleh lakmus. Maka digunakan beberapa
indikator lain yang memiliki perubahan warna berbeda jika pH atau kekuatan
asamnya berbeda, misalnya methyl orange (metil jingga) yang akan berwarna
kuning jika pH lebih besar dari 4,4 sehingga dapat mendeteksi asam lemah dan
asam kuat dan fenolftalein yang berwarna merah jikaada basa kuat. Trayek pH
beberapa indikator diantaranya:

Tabel Perubahan warna
dan trayek pH indikator asam basa
Penggunaan beberapa
buah indikator untuk mengetahui pH satu jenis larutan dinilai kurang efektif,
karena banyaknya zat, memerlukan biaya cukup mahal untuk diidentifikasi
keasamannya. Untuk itu dibuatlah indikator universal, yang secara praktis
menunjukkan warna tertentu untuk nilai pH tertentu. Indikator ini pundapat
dibuat dalam bentuk lembaran kertas yang efisien.
Derajat disosiasi asam basa
Dalam larutan
elektrolit kuat, zat-zat elektrolit terurai seluruhnya menjadi ion-ionnya
(ionisasi empurna) dan dalam larutan elektrolit lemah, zat-zat elektrolit
hanya sebagian saja yang terurai menjadi ion-ionnya (ionisasi sebagian).
Sedangkan zat-zat nonelektrolit dalam larutan tidak terurai menjadi ion-ion.
Berikut ini, beberapa
contoh reaksi ionisasi untuk elektrolit kuat.
HCl + H2O → H3O +(aq) + Cl–(aq)
NaOH + H2O → Na+(aq) + OH– (aq)
Jumlah zat elektrolit
yang terionisasi dibandingkan dengan jumlah zat semula dapat dinyatakan dengan
derajat disosiasi (α) dan ditulis dengan rumus berikut ini.
α = Mol zat
terionisasi
Mol zat mula mula
Berdasarkan rumus di
atas, maka nilai α untuk:
1. Elektrolit kuat, α
= 1
2. Elektrolit lemah,
0 < α < 1
3. Non-elektrolit, α
= 0
Suatu asam atau basa
yang merupakan suatu elektrolit kuat disebut asam atau basa kuat. Dengan
demikian jika asam merupakan elektrolit lemah, maka ia merupakan asam lemah,
karena hanya mengandung sedikit ion H+, demikian juga dengan basa lemah akan terdapat
sedikit ion OH–.
Derajat Keasaman, pH
Kita terkadang menemukan
zat yang rasanya sangat asam dan sedikit asam, atau menemukan zat asam yang
kekuatan merusaknya besar dan ada yang hanya menimbulkan gatal di kulit saja.
Berdasarkan kemampuan ionisasi dan kadar ion H+ larutan asam
dan basa terbagi dalam kelompok asam dan basa kuat, serta , asam dan basa
lemah. Kita memerlukan nilai tertentu untuk mengukur kekuatan asam atau basa
tersebut, dan untuk saat ini kita menggunakan besaran pH, untuk menentukan
derajat keasaman suatu larutan.
1. Hubungan
Konsentrasi Asam dengan Harga pH
Larutan asam kuat
terionisasi sempurna sehingga harga α -nya = 1.
Untuk menentukan [H+] pada asam,
perhatikan contoh soal berikut ini.
Berapa
konsentrasi H+ dalam 500mL larutan HCl 0,1M?
Jawab:
Reaksi
ionisasi: HCl(aq) → H+(aq) + Cl–(aq)
[HCl] = 0,1 M
Larutan asam lemah
mempunyai daya hantar listrik yang lemah karena jumlah ion-ionnya relatif
sedikit. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan. Perhatikan
reaksi kesetimbangan asam lemah HA:
HA(aq) → H+(aq) + A–(aq)
Ka = [H+][A-] / [HA]
Ka adalah konstanta
kesetimbangan asam. Karena [H+] = [A-], maka :
Ka = [H+]2 / [HA]
[H+] =(Ka[HA] )1/2
=
√(Ka[HA])
2. Hubungan
Konsentrasi Basa dengan Harga pH
Basa kuat dalam
larutannya akan terionisasi sempurna. Untuk menentukan konsentrasi OH‑ pada basa kuat,
perhatikan contoh soal berikut ini.
Contoh :
Berapa konsentrasi OH– dalam 100mL
Ca(OH)2 yang mempunyai konsentrasi 0,2M?
Jawab:
Reaksi:
Ca(OH)2(aq) → Ca2+(aq) + 2OH–(aq)
[OH] = 2 x [
Ca(OH)2] = 2 ( 0,2M ) = 0,4 M
Reaksi ionisasi basa
lemah merupakan reaksi kesetimbangan, maka harga konstanta kesetimbangan
basanya (Kb) dapat ditentukan berdasarkan persamaan reaksi ionisasinya. Basa
lemah sukar larut dalam air, satu-satunya basa lemah yang larut baik dalam air
adalah NH4OH (larutan ammonia). Untuk menentukan konsentrasi OH– sama dengan
cara menentukan H+.
Perhatikan reaksi
kesetimbangan berikut.
NH4OH = NH4+ + OH–
Kb = [NH4+ ][OH– ]/ [NH4OH ]
Karena [OH–] » [NH4+], maka : Kb = [OH– ]2 /[NH4OH ]
NH4OH yang terurai
sangat sedikit, maka:
[NH4OH] sisa » [NH4OH] mula-mula,
Sehingga :
[OH‑] = (Kb . [OH–] )1/2
= √(Kb . [OH–] )
Titrasi Asam Basa
Titrasi adalah teknik
laboratorium dimana kita dapat menentukan konsentrasi suatu zat yang tidak
diketahui, dengan pereaksi lain yang konsentrasinya ditentukan. Pada umumnya
masih dilakukan cara titrasi yang sederhana, dengan menggunakan gelas kimia,
dan Biuret.
Jika kita membeli
asam cuka di pasar, atau di toko maka kita tidak pernah menemukan ukuran
kandungan asam dalam bentuk kemolaran seperti yang kita pelajari. Namun dalam
botol masih tercantum kadar cuka berupa persen volume. Untuk itu kita coba
mengukur berapa konsentrasi asam cuka sehingga dapat diketahui kebenaran
kandungannya
Contoh :
Untuk mengetahui %
asam cuka dilakukan dengan titrasi 2 mL larutan asam cuka dan memerlukan 35 mL
larutan NaOH 0,1M. massa jenis larutan 950 g/L.
a. Tentukan kemolaran
asam cuka!
b. Berapa % kadar
asam cuka tersebut?
Jawab:
M asam = ( V
basa x M basa ) / V basa = (35 x 0,1) / 2 = 1, 75
b. Dalam 1 liter
larutan cuka terdapat 1,75 x 60 gram cuka = 105 gram cuka. Berat 1 liter
larutan = 950 gram.
Maka kadar asam cuka
= 105 /950 X 100% = 11,05 %
Pada saat titrasi,
kita menemukan titik akhir titrasi. Pada titik akhir titrasi ini jumlah mol
ekivalen antara zat yang dititrasi dan penitrasi sama dan ditunjukkan dengan
perubahan warna indikator asam basa, setelah diketahui volumenya kita dapat
melakukan perhitungan.
Saat titrasi,
digunakan indikator untuk mengetahui kapan asam dan basa akan bercampur dengan
komposisi yang tepat seimbang untuk saling menetralkan .Ketika warna indikator
berubah, sering dikatakan sebagai titik akhir titrasi.
Untuk membuat kurva
titrasi dapat dilakukan dengan melakukan titrasi asam basa dari larutan asam
dan basa yang memiliki konsentrasi 1 M, dan dengan volume 25 mL. Satu larutan
asam dalam labu Erlenmeyer dan yang lain dalam buret. Bentuk kurva titrasi yang
akan dihasilkan sangat beragam tergantung kamu campurkan apakah asam kuat
dengan basa kuat, atau asam kuat dengan basa lemah, asam lemah dengan basa kuat
atau asam lemah dan basa lemah.


